Sabtu, 27 Agustus 2016

Mahasiswa dari Berbagai Negara Belajar Pengelolaan Sampah di Depok


Oleh: Nurlaela B. Putri

Berawal dari kunjungan mahasiswa asing Rusia dan Korea pada tanggal 25 juli 2016 yang diprakarsai oleh Program Pertukaran Mahasiswa FEUI ke TPA Cipayung dan Bank Sampah Rubi 1 Komunitas Tangan Peduli Lingkungan (TaPe uLi), kegiatan sejenis kembali dilaksanakan pada hari Senin tanggal 22 Agustus 2016.

Pada kesempatan kali ini Komunitas TaPe uLi menerima kunjungan 8 mahasiswa dari Tonji University (China), 3 mahasiswa dari Waseda University (Jepang) dan 1 mahasiswa dari Chiba University (Jepang).

Aktivitas kunjungan ini dimulai dari mempelajari bagaimana cara memilah sampah organik dan anorganik. Penyetoran sampah anorganik yang memiliki nilai ekonomis ke Bank Sampah. Pengelolaan sampah anorganik yang masuk kategori residu yang selanjutnya dibawa ke TPA Cipayung.

Para mahasiswa diberikan pengetahuan tentang pengolahan sampah menjadi berbagai produk daur ulang. Beberapa mahasiswa asing itu mencoba langsung membuat aneka kerajinan daur ulang berbahan baku sampah dan sebagian lagi mempelajari administrasi Bank Sampah.

Para tamu asing ini melakukan kunjungan dengan didampingi oleh Study Tour Leader (ibu Lydia Napitupulu, staf pengajar di FEUI) dan para kader lingkungan dari Komunitas TaPe uLi di bawah koordinasi Ibu Madya Harmeka.

Seluruh rangkaian kegiatan pengelolaan sampah di Bank Sampah mereka ikuti step by step sampai dengan tahap pengangkutan sampah ekonomis oleh mobil Pick Up dari Bank Sampah Induk di Depok. Kemudian kunjungan dilanjutkan ke pengangkutan sampah residu ke TPA Cipayung.

Ada beberapa kesan menarik yang diperoleh dari kegiatan, salah satunya dinyatakan oleh salah seorang mahasiswa dari Jepang (Narumi) bahwa kemajuan pengelolaan sampah di Jepang hampir sepenuhnya ditangani oleh pemerintah. Ia berpendapat alangkah baiknya apabila warga Jepang mau belajar dari masyarakat Indonesia yang justeru berperan sangat aktif dalam melakukan pengelolaan sampah di lingkungannya.




Reaksi:

1 komentar:

  1. Kegiatan yg sangat positif produktif. Dg kebersamaan dan profesionalitas masyarakat bisa. Semoga program ini bnyk diikuti oleh masyarakat di daerah lain..di Indonesia.

    BalasHapus