Senin, 08 Juli 2019

TaPe uLi Menghadiri Seminar Dan Kunjungan Pabrik Kemasan


Oleh: Madya Harmeka L, S.Pd.I

Rabu, 26 Juni 2019, Komunitas Tangan Peduli Lingkungan (TaPe uLi), mendapat kesempatan mengikuti Seminar dan kunjungan pabrik Kemasan Group bertema “Mengenal Lebih Dalam Tentang Polisterena Busa untuk Kebaikan Manusia dan Lingkungan”. Yang diselenggarakan oleh TRINSEO dan Kemasan Group.  Adapun acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang polistirena (yang dikenal dengan nama Styrofoam) sebagai bahan yang bermanfaat untuk kehidupan manusia, melihat fakta ilmiah terkait isu polistirena yang beredar di Indonesia terutama lingkungan, dan mengunjungi pabrik yang memproduksi kemasan makanan dari bahan ini. Rangkaian kegiatan ditutup dengan agenda Focus Group Discussion(FGD) bersama komunitas lingkungan lainnya, untuk menganalisa dan mencari gagasan terbaik dalam memanfaatkan bahan polistirena ini untuk kebaikan manusia dan lingkungan.
     

Pabrik daur ulang stereofoam yang rusak untuk dijadikan bahan mentah kembali

Acara berlangsung di Karawang, yaitu di PT Kemasan Cipta Utama Factory, Jl. Surya Madya Kav 128 F Industrial Area Surya Cipta, Karawang.

Narasumber yang hadir dan memberikan paparanya antara lain,
Bapak Wahyudi Sulistya, Presiden Direktur Kemasan Group, Dr. A. Zainal Abidin, Polystyrene Expert & Dosen ITB, serta Bapak Asroel Hussein dari Adupi.

Bahan mentah stereofoam

Dari kegiatan tersebut, kami dapat memahami lebih dalam tentang stereofoam keamanannya dan manfaatnya, serta komitmen dan upaya tanggung jawab perusahaan terhadap limbah produksinya tersebut di lingkungan, dimana stereofoam bisa didaur ulang, termasuk soal pengumpulannya dari masyarakat, hingga dapat kembali masuk ke pabrik untuk  didaur ulang dan kembali di proses, benar-benar harus segera direalisasikan.

Proses pencetakan, bentuk, dan pengepakan

Pendapat dan komentar kami setelah mengikuti kegiatan tersebut.  Pada kesempatan ini kami sekaligus juga menyerukan kepada semua pihak, baik pemerintah, industri dan masyarakat bertanggung jawab terhadap pengelolaan sampah yang diproduksi atau dihasilkan.
Dari pemerintah, kami tentu berharap, dapat dibuat sebuah regulasi dan penerapan yang serius dalam pengelolaan sampah dengan bijak, disambut dengan upaya masyarakat yang juga serius untuk mulai membiasakan untuk menerapkan bijak kelola sampah di lingkungan rumah dan masyarakat, perusahaan juga harus benar-benar serius dan bertanggung jawab dalam mendaur ulang sampah kemasannya.

Kami juga menangkap, pemerintah kurang dalam memberi peringatan keras bagi perusahaan-perusahaan yang belum serius menjalani upaya tanggung jawab penyelesaian sampah kemasannya, yaitu kemasan berjenis multilayer,seperti kemasan makanan berlapis alumunium foil, kemasan kotak, selopan, dll.

Budaya minim sampah plastik yang sedang digalakkan di masyarakat, tetap bisa menjadi upaya efektif dalam program pengurangan semua jenis sampah plastik baik yang single layer (kresek) maupun multilayer (alumunium foil, selopan, Tetra pack, mika, dll) dan dalam rangka membudayakan pola hidup hemat di masyarakat.
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar